Sabtu, 17 November 2012

KAMARIAH D2: BAHAGIA DI UJUNG DERITA


Bahagia di Ujung  Derita
Tiga tahun Tiara jalani hidup jauh dari orang tuanya. Orang tua Tiara menitipkan gadis ini tinggal bersama bibinya untuk melanjutkan sekolah di sebuah SMA yang terletak tidak jauh dari rumah bibinya. Ibu Tiara sepenuhnya mempercayai  wanita yang merupakan kakak dari suaminya itu untuk mengajar dan mendidik anaknya selama tinggal di tempat bibinya itu.
Hari pertama Tiara datang bersama orang tuanya disambut oleh bibi dengan senyuman yang sangat ramah. Tiara juga merasa sangat senang ketika pertama kali tinggal di rumah bibinya itu. Selain baik,  bibinya sangat perhatian dengan Tiara. Sejak saat itu Tiara memulai hidup bersama bibi.
Bulan berganti bulan dan tahunpun berganti tahun. Setelah setahun tinggal bersama bibi, Tiara baru merasa sangat jauh-jauh berbeda ketika tinggal dengan orang tuanya sendiri. Tetapi inilah jalan yang  harus ia tempuh. Ia ingat pesan orang tuanya agar belajar dengan giat dan menjadi orang yang berguna nantinya. Dengan sejuta harapan dan tekad yang kuat Tiara lewati semuanya dengan hati yang sabar.
Tiara juga termasuk anak yang patuh dan penurut, tetapi yang dilakukannya selalu salah dimata sang bibi. Tak jarang Tiara juga sering di marah, Tiara akui sepenuhnya mungkin itu kesalahan darinya. Mungkin bibi ingin melakukan yang terbaik untuk Tiara. Tiara juga sadar ia harus banyak belajar dari orang lain agar bisa menjadi anak mandiri. Hal itu tidak pernah terlintas dihati Tiara untuk membenci bibinya. Dia tetap menyayangi bibinya seperti menyayangi orang tuanya sendiri. Padahal disaat tinggal di rumah bibi, Tiara tidak pernah diizinkan keluar rumah kecuali ada tugas kelompok, itupun tidak boleh terlalu lama. Oleh karena itu selama SMA Tiara tidak pernah mengikuti kegiatan apapun di sekolah.
Setiap ada permasalahan di rumah bibi, Tiara tidak pernah menyampaikan masalah tersebut kepada orang tuanya. Biarlah masalah itu selesai dengan sendirinya. Tiara hanya bisa menahan air mata, berusaha untuk tegar dan selalu bersabar atas cobaan yang diterimanya. Biarlah semuanya berjalan sesuai dengan garis yang telah ditentukan.
Akhirnya waktu yang dinanti-nantikan tiba. Tiara berhasil lulus dari SMA tersebut dengan nilai yang maksimal. Tiara sangat berterima kasih karena bibi yang telah mampu mendidik dan mengajari arti kehidupan yang sesungguhnya pada dirinya hingga ia tumbuh menjadi gadis yang lebih dewasa. Memang benar suatu keberhasilan itu bisa diraih berawal dari penderitaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar